Tidak Ada Pilihan untuk Perempuan
Posted by altodes on July 13, 2007
Ada laki-laki yang merasa bahwa ada jiwa perempuan yang terperangkap dalam tubuhnya sehingga sangat menginginkan perubahan kelaminnya sampai memotong burung jantan miliknya sendiri, demi misi pribadinya menjadi seorang perempuan. Perempuan yang notabene_
- Dibikin dari tulang rusuk yang bengkok, rapuh, mudah patah, gak bisa dilurusin. Makanya perempuan itu lemah.
- Cantik, sexy, bahenol, gitar. Sebagai imbalan atas tubuh sexy itu, para pemuka agama memaksa perempuan untuk menutupi tubuhnya dengan baju terusan layaknya sprei -yang digimanain juga -sangat tidak modis.
- Cengeng. Mudah tersungging dan menangis oleh hal-hal sepele.
- Tangannya melambai.
- Cerewet. Biang gosip. Maklum, mulutnya ada dua.
- Gampang risau. Mudah menyerah. Suka mengeluh. Suka banget curhat, bahkan di forum-forum serius.
- Bodoh. Tuhan memang adil, cantik tapi bodoh. Sepinter-pinternya perempuan = sepinter mereka mengundang birahi lelaki.
- Budak. Istri punya tugas yang ‘mulia’ : mengurus suami dan anak-anak suaminya. Tidak boleh keluar rumah. Mau keluar rumah? Minta izin dulu sama suami. Mau berkarir? Gak usah, itu tugas suami. Mau membangun Indonesia? Ah ngapain kamu, bikin sayur lodeh aja di dapur.
- Budak sex. Istri yang baik adalah istri yang menuruti keinginan suaminya untuk sex, gak peduli istri itu lagi horny atau nggak. Istri yang baik adalah istri yang mau di-poligami oleh suaminya.
A : Jika hidup adalah pilihan, kenapa saya tidak boleh memilih kodrat saya?
B : Ah diam kamu, sudah dari sononya begitu, udah kodrat, dan kodrat bukan untuk dipertanyakan.
A : Saya tidak pernah minta untuk diciptakan, apalagi sebagai perempuan. Saya tidak pernah minta diberi tubuh yang bahenol begini. Saya juga tidak minta para cowok menjadi horny ngeliat leher, paha, betis saya. Kenapa saya harus memakai jilbab dll padahal saya tidak meminta itu semua??
B : Paling tidak kamu harus bersyukur telah diciptakan… kamu mau berkarir? Mau bekerja di luar rumah? Mau memakai baju yang modis? Gak mau dipoligami? Ho, tunggulah azab yang pedih dari Awloh yang Maha Pemurka.
A : Hidup adalah pilihan? Bullshit. Kamu membuat saya tidak bisa memilih dalam hidup saya.
Kopral Geddoe said
Hehehe, mas/mbak ini nulisnya yang cold, harsh facts, ya. Bagus, kebanyakan artikel tentang korelasi perempuan dan agama yang saya baca agak maksa dan munafik
Banyak-banyakin nulis, ya, mas/mbak
peyek said
Ehm …..
masih adakah hal seperti ini?
altodes said
@Kopral geddoe
thx atas peri-katanya…
@peyek
masih dong.
deking said
Kenapa tidak dipilih yang ini…
*maaf penggunaan kata “dilindungi” tidak bermaksud untuk menganggap wanita lemah
altodes said
@deking inilah comment yang saya harapkan! terima kasih. saya memang sengaja tidak memilih yang itu karena sudah terlalu sering…