a l t o d e s

kenapa saya harus hidup? apa yang membuat saya pantas untuk hidup?

Manisnya kegagalan

Posted by altodes on July 13, 2007

Ini kata-kata sesat luapan emosi yang dulu pernah gw tulis (september 2005) di diari elektronik gw karena suatu kegagalan berturut-turut yang pernah membakar jiwa gw, meluluhkan air mata gw yang lalu turun ke hati dan mengeras jadi batu…

suatu hari kita akan tahu siapa kita. suatu hari, ketika kita terdiam duduk di atas semua jerih payah yang telah kita lakukan, gagal, ya gagal, terdiam duduk merenung dan itulah takdir, terimalah. aliran air mata di atas segala harapan yang tak kunjung datang. semua sudah ditentukan, tertulis dan terlaksana. betapa sulit menerima bahwa semua usaha yang dilakukan takkan percuma, tapi itu tak terlihat. tak terlihat. apa aku buta?

dalam suatu usaha atau kompetisi, ada berhasil, ada gagal, dan seringkali peluang mereka berbeda. nisbi kali itu mengatakan kamu gagal. ternyata nisbi menentukan segalanya, tak semudah memutar jarum jam dan itu takkan pernah berubah. walaupun dengan keras kita mengatakan seandainya dulu begini, seandainya begitu dulu, tetap tidak berubah dan kata ‘seandainya’ adalah penyesalan. kekecewaan dan penyesalan, karena harapan yang tak tercapai dan sekali lagi duduk terdiam dengan aliran air mata menerima kenyataan. ya, itu fakta. membasuh perih hati yang semakin kuat yang dahulu kotor oleh pikiran yang tak sampai.

sekali lagi, duduk mengalir sambil menggenggam tangan dan berjanji, dia mengatakan, masih ada kesempatan… sekali lagi dia menyuruh berjanji. tangan yang hangat bahagia, tangan perak. pasti sedih, apa mereka merasakannya? sosok optimisme yang tegar, kau ingin mengulang bersamaku? marilah kita saling berjanji dari sekarang, masih ada tangga ke matahari itu, temani aku meraihnya, teman, hai kau juga sedih, tapi air matamu tak begitu, aku tahu kau menahannya. sekali lagi berjanji. hutang. mampu membayar?

duh jakarta sialan, kau memberiku kesenangan, lalu berputar 181 derajat, dan itu yang paling berkesan. di hari lain, tenggorokan yang kering karena terus berbicara sebanyak 20 kali, keesokan hari dengan diksi yang sama, dengan akhir yang berbeda 800, 50. jauh,, seperti 5, 69 padahal sudah jauh aku berjalan. memang kosong, tak punya apa-apa. hanya api ambisi dan asa dalam pikiran, kebulatan tekad tapi itu semua tak cukup, pecundang!

bukan! aku bukan pecundang! aku sudah memilih jalur ini, lihatlah aku, nanti, karena aku aku akan berubah!!

~menjadi power ranger pink~
Gw sengaja gak ubah isinya sama sekali. Kacau yah tulisannya? Mohon maklum. Waktu itu gw masih muda dan sambil sesenggukan ketika menulisnya.

Sebelumnya gw gak pernah membayangkan akan gagal. Begitu gw gagal, rasanya sangaat sakit. Setelah 3 hari kelelep dalam air mata, gw sadar bahwa gw bisa memperoleh sesuatu untuk dipelajari bahkan dicoba kembali. Gw coba lagi setahun kemudian (september 2006) dengan persiapan super mateng, dan berhasil, bahkan kemudian mendatangkan keberhasilan-keberhasilan lain. *sambil ngetawain orang-orang yang pernah meremehkan gw. huahaha*

Sejak saat itu gw percaya sama kata-katanya Norman Vincent Peale:

Orang-orang menjadi begitu luar biasa ketika mereka mulai berpikir bahwa mereka bisa melakukan sesuatu. Saat mereka percaya pada diri mereka sendiri, mereka memiliki rahasia kesuksesan yang pertama.

Sekarang gw membaca diari tersebut sambil tersenyum. Gw pernah mendapatkan pengalaman yang sangat berharga: kegagalan. Betapa manis mengingatnya. Andaikan gw dulu memutuskan untuk menyerah, pastilah gw mendapatkan kegagalan abadi. Dan andaikan gw dulu nggak melakukan kesalahan dan kegagalan, rasanya pasti nggak akan semanis ini.

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>